Puisi "Megatruh Langit"

Megatruh Langit

(Oleh: Arhima Shofia Fariha)

Sumber: pixabay.com


Senja meraung menyapa malam
Lintang kemukus berjatuhan
Horizon menjelma malam
Hingga angin membenci dedaunan

Nada senja menyaksikan lantunan adzan
Langit melengkapi titisan bisu perjalanan dingin
Para jamaah berangkat pergi ke masjid untuk sholat
Sholat adalah tiang agama

Perjalanan menuju surga, tidaklah mudah
Hanya orang yang terpilih melewati ujian, yang bisa ke surga
Dingin dan sunyi megatruh langit
Hingga burung - burung pergi kembali ke sarangnya



Nganjuk, 12 Februari 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biodata Arhima Shofia Fariha

Cerpen "Suara Hati Wanita Bercadar"

Cerpen "Menggenggam Dimensi Waktu"